SELAMAT DATANG

KGPM SENTRUM KAWANGKOAN

Monday, April 4, 2011

bahan Khotbah Untuk Minggu I April

"Menanti Tuhan"
Mazmur 25:1-17
bapak ibu, jemaat Tuhan setiap orang di antara kita pasti pernah menunggu atau menanti. dan biasanya orang yang sedang menanti diperhadapkan pada dual hal. pertama. orang yang menunggu merasa seang, gembira dan tenang karena yakin penantiannya tiadak akan sia-sia. dan yang kedua. orang menunggu merasa bosan, resah dan gelisah karena yang ditunggunya tidak kunjung datang.
kegiatan menunggu memang membawa situasi tersendiri bagi orang yang mengalaminya. begitu juga dengan pemazmur menghadapi ancaman serius dari musuh. dalam menghadapi ancaman musuh tersebut. ia mengungkapkan keyakinan imannya. pemazmur mengangkat jiwanya kepada Tuhan. dan itu dilakukannya karena ia percaya kepada Allah. ditengah situasi terancama pemazmur menanti pertolongan TUhan dengan yakin dan teguh. keyakinan tersebut diungkapkan dengan terus terang bahwa. oerna yang menantikan Tuhan takkan mendapat malu. ungkapan menantikan diterjemahkan dari kata Ibarani qawah yang berarti mennti atai menunggu sesuatu yang pasti. ibarat seorang jaga malam yang menantikan pagi. dalam artian seseotang yang bekrja jaga malam pasit yakin bahwa besok hari, pagi akan merekah.
bertitik tolak dari kepastia itulah pemazmur memohon agar Tuhan memberitahukan jalan kepadanya. sekaligus agar Tuhan membawanya menempuh perjalanan itu, sehingga ia mengalami keselamatan yang dinanti-nantikannya sepanjang hari. lebih lanjut ia juga memohon agar Tuhan melakukan itu menurut rahmat dan kasih setia-Nya. hal itu didasari oleh kesadaran bahwa dirinya bukanlah orang sempurna. dan atas kesadaran itu kemudian ia mengakui dosa masa mudanya sambil memohon Tuhan mengampuninya berdasarkan kebaikan Tuhan.
pengalaman hidup pemazmur memang tidak selalu persis sama dengan pengalam kita. namun pergumulan hidup pemazmur dalam mengahadapi musuh tentumerupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. sekalipun musuh dari pemazmur bisa berbeda dengan musuh kita tapi yang pasti yang namanya musuh pasti memberi ancaman, tantang dan habatan. dan akibatnya kita merasa terancam/terganggu oleh bahaya yang disebabkan oleh musuh tersebut dan musuh kita kini bisa beragam bentukya. sekaligus beragam macam penyebab serta akibatnya. lalu bagimana kita menghadapinya.
pemazmur mengajak kita untuk melakukan tiga hal : pertama, bila menghadai "musuh" maka sadar dan akui bahwa memang ada masalah. dalam arti :jangan mengabaikan masalah. masalah ada itu wajar dan manusiawi, sebab tak seorang pun yang bebas dari masalahm sebab masalah harus dihadapi dan bukan dihindari. kedua, dalam mengahadapi masalah, percayakan hidupmu kepada Tuhan. artinya hadapi persoalan dengan menatikan pertolongan Tuhan. dalam arti jangan menghadapi masalah dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri. dalam hal ini ada yang menjadi ada yang menjadi bagian Tuhan yakni : menolong umat yang memohon pertolongan-Nya. dan ada yang menjadi bagian kita yakni menghadapi permasalahan hidup ini dengan berjalan dan tuntunan dan pimpinan Tuhan. ketiga, bila kita mengalami pertolongan TUhan, marilah menyadir bahwa hal itu terjadi karena rahmat Tuhan dan kasih setia-Nya dan kebaikan-Nya dan bukan karena kebaikan dan kesempurnaan hidu kita. karena itu jangan pernah berbangga apalagi menjadi sombong karena berhasil menghadapi dan mengatasi pergumulan hidup ini. semua itu hanya karena rahmat, kasih setia dan kebaikan Tuhan, Amin.......

No comments:

Post a Comment